23.43

Mertuaku juga Ibuku



               Mitos -mitos lama mempergunjingkan kemampuan menantu perempuan  untuk berinteraksi baik dengan mertuanya.  Sebagaimana, sebuah jalinan keluarga yang menganut ketimuran, ada hal yang perlu dipertanyakan jika sampai saat ini mengapa seorang menantu perempuan tak bisa berinteraksi baik dengan mertua perempuannya.

                Seringkali terjadi  pemikiran atau pola pikir yang terjalin telah dibentuk. Pasti mertuaku orang yang jahat, orang yang suka mengurusi keluarga baruku.  Berbagai anggapan dan asumsi ini membuat pola hubungan yang baru mau dibentuk telah digganggu dengan pemikiran yang negatif. 


                Konflik yang terjadi antara menantu perempuan dan mertua perempuan bukan hanya sekali terdengar, tetapi seringkali.   Aagr tidak terjadi konflik, sebaiknya kita sebagai perempuan dalam keluarga dapat belajar bersikap yang harus dimilikinya:

1.       Keterbukaan dalam komunikasi
2.       Berani mengambil langkah pertama
3.       Miliki kasih dalam Hidup

1.Keterbukaan dalam komunikasi
 
Tidak ada yang perlu ditutupi.  Semua keinginan dan kebutuhan lebih enak dan baik jika dikatakan secara terbuka.  Apalagi sebagai keluarga,  perlu adanya saling keterbukaan .  Keterbukaan  untuk juga menerima dan  mendengar apa yang dirasakannya.  Tentu penyampaian keterbukaan ini disampaikan dengan cara yang benar dan tepat bukan dengan cara yang kasar.  Dengan demikian mertua perempuan akan mendengar, diharapkan menerima serta saling menerima.

2. Berani mengambil langkah pertama
Jika konflik telah terlanjur terjadi.   Lebih baik memperbaiki  hubungan dengan langkah kongkrit yaitu berani untuk memperbaiki diri lebih dahulu.    Tidak perlu menanti atau meminta  mertua perempuan untuk minta maaf meskipun mereka salah kepada kita.  Memperbaiki diri bukan berarti mengalah karena tidak mengikuti kemauan ibu mertua.  Tetapi akar masalah itu harus diketahui dan dicari jalan keluar dan diperbaiki dengan hati yang sangat rendah.  

3.Miliki kasih dalam Hidup
Inti dari kehidupan adalah kasih. Dimana ada kasih disitu akan ada hubungan atau relasi yang hidup. Tanpa cinta kasih, semuanya semu dan kekecewaan dan akhirnya  hubungan keluarga akan retak tak berkesudahan.  Sulit memulainya.  Tentu kedagingan manusia membuat segalanya terikat keegoannya.  Tapi tak ada yang sulit jika ada kemauan.   Datang kepada Tuhan dan mintalah untuk kasih yang telah kita dapatkan terlebih dahulu

0 komentar: