Peran ibu ketika anaknya masih
kecil boleh dikatakan hanya sebagai
pendamping penuh. Memantapkan
karakter dan membina prinsip dasar yang tak boleh lengah. Anak bagaikan sebuah
lukisan polos. Kepolosan yang dibentuk
dengan tangan halus akan menghasilkan lukisan indah nan cantik. Sebaliknya
kepolosan yang dibentuk dengan tangan kasar dan kepalsuan akan
menghasilkan lukisan yang sangat sadis, guratan pemberotakan yang tak ada
akhirnya.
Ketika dasar-dasar telah
diletakkan. Dia akan bertumbuh dan
berkembang sesuai dengan kemampuannya. Menyesuaikan diri dengan berbagai
tantangan dan kemampuan yang terus bertumbuh.
Kadang harus jatuh , kadang harus bangkit kembali. Mendampinginya lebih banyak dengan dialog,
interaksi yang menempatkan dirinya sebagai manusia utuh. Bukan sebagai anak yang perlu dibimbing,
dimonitor, dimarahi. Dia tak lagi
membutuhkan amarah, otoritas. Pada
dasarnya anak remaja tengah bertumbuh dewasa secara jasmani, intelektual dan
rohaninya. Dia ingin dianggap mandiri
dari semua bidang. Dia ingin suaranya
didengar, bukan mendengar terus dari orang tuanya. Dia ingin kakinya melangkah dengan ringan
bukan dengan berat hati. Dia ingin
melapakkan sayapnya ke tempat yang tinggi.
Peran ibu pada masa remaja cukup
hanya sebagai teman. Teman dimana yang sangat dibutuhkan ketika dia sedang
dalam kesulitan, kegalauan, kesunyian dan kesedihan. Teman dimana dia juga ingin menumpahkan
kegembiraan karena keberhasilannya. Ibu
yang dijadikan teman adalah mitra yang sangat menyenangkan baginya . Bukan
sebagai orang yang terus menerus mencekoki dengan berbagai macam keegoannya.
Inti dari perempuan yang menjadi
teman baik bagi anaknya adalah DOA. Isi
doa bukan sekedar doa yang tak ada isinya.
Tetapi doa yang penuh dengan keyakinan
bahwa anak kita benar, keinginan kita
menjadi ibu yang diubahkan oleh Tuhan untuk dibentuk terus. Dalam doa ada suatu keyakinan bahwa anak kita
akan menjadi dan dibentuk sesuai dengan kehendakNya bukan kehendak kita. Memanusiakan dan MelayaniNya .
Mempercayakan Tuhan yang memimpin
dan mengatur dan menjagai anak kita





1 komentar:
Treat your kid like a darling for the first five years. For the next five years, scold them. By the time they turn sixteen, treat them like a friend. Your grown up children are your best friends.
-Chanakya-
Salam kenal ya Emak.. Aku bukan seorang ibu sih tapi..
Posting Komentar