03.11

KETERGANTUNGAN MANUSIA TERHADAP MANUSIA


Zaman modern, banyak hal yang tak dimengerti tapi tetap harus dipahami dengan konteks yang sangat kental dengan budaya ketergantungan manusia terhadap manusia lain. Ketergantungan ini menjadi sisi lain dari kondisi yang seharusnya bisa dihindari dan bisa dibuat sesuatu terobosan.

PENGALAMAN: 
Siang ini ketika aku sedang berjalan kaki untuk pulang ke rumah, seseorang yang kukenal sebagai hair dresserku, sedang kebingungan . Melihat kebingunannya aku menghampirinya. “Ada apa?” , tanyaku. “Aku sudah pesan air galon dan gas lewat langgananku, sudah hampir 3 jam belum juga dikirim. Sekarang ini aku ke tempat lain , agen penjual galon, tapi juga tak dapat mengirimkan apa yang kupesan karena tak ada kurirnya, harus diambil sendiri padahal aku tak bawa mobil”. 


Tentu saja masalah ini menjadi masalah yang dihadapi oleh banyak ibu rumah tangga yang kehabisan stok minuman galon. Ketika hari-hari biasa tidak ada masalah, tinggal order melalui telpon segera dikirim beberapa menit. Namun, dengan kondisi lebaran, pegawai yang biasanya jadi kurir belum kembali. Proses yang biasanya mudah menjadi sulit. Inilah yang saya namakan manusia tergantung dari manusia. 

Kembali kepada teman saya, saya menawarkan untuk menghubungi pelanggan saya yang dapat mengantar galon ke rumah. Lalu, temanku ikut ke rumah karena catatan nomer telpon pelanggan ada di rumah. Segera, setelah menelpon, pelanggan saya siap untuk mengantarkan. Namun, lagi-lagi, teman saya harus menelpon pelanggan sebelumnya dimana dia sudah order tapi belum juga dikirim.

 Pengalaman yang lain, ketika saya sedang menunggu, seorang supir taxi menghampiri seorang tukang ojek menanyakan tentang alamat jalan yang tidak dipahaminya. Beruntung, dia mendapat penjelasan lokasi tempat yang ditanyakannya dengan jelas sekali. Saya hanya berpikir bagaimana dia sebagai seorang supir tetapi tak mempunyai peralatan yang sangat penting untuk bisa memandunya.  

TEROBOSAN 
Ketergantungan manusia kepada manusia lain ada batasnya. Ketika sistem tidak jalan, lebaran semua pekerja mudik belum kembali, pekerjaan terhambat hanya menunggu orang yang biasanya mengirimkan barang. Apakah ini proses yang selalu berulang tiap tahun? Siapkan sesuatu teknologi dimana kebutuhan air itu tidak lagi harus dikirimkan dengan orang. Sayang sekali kualitas air di Indonesia tidak dapat diandalkan. Seandainya teknologI canggih telah dikuasai, air kran sudah dianggap air yang berkualitas, tentu ketergantungan manusia terhadap manusia lain dapat dikurangi. 

Bagi supir-supir taxi, terlebih taxi dengan nama yang telah dikenal sebagai terbesar dan prestisius di Indonesia, sebaiknya dilengkapi dengan GPS. Tidak ada lagi keterlambatan, tidak ada lagi salah alamat, tidak ada lagi manusia harus selalu bertanya kepada manusia yang belum tentu benar. Tanyalah kepada sesuatu yang memang dapat dipercaya. Teknologi membantu manusia lebih nyaman walalupun kita juga tak boleh terlalu menggantungkan 100%.

0 komentar: