23.59

MAKE A NEW AND EVERLASTING BRAND FOR OUR COUNTRY!



Setiap kali kita mendengar atau melihat  “Malaysia Truly Asia”,  pikiran dan perasaan, persepsi kita akan terbawa ke negara Malaysia yang sangat indah.


Branding sebuah negara (country’s branding) adalah sesuatu yang sangat penting dan krusial. Brand adalah sesuatu yang bukan diungkapkan oleh pemilik tetapi persepsi yang ingin dibangun oleh konsumen tentang brand itu.  Ingatkah “Malaysia Truly Asia?”  Bahkan, ketika mendengar jingle nya, langsung kita akan dapat mengikuti lagunya yang melekat di hati dan jiwa kita.


Branding sangat krusial dan penting,  “Malaysia Truly Asia”  membawa destinasi Malaysia mendunia. Bahkan  setiap brand ini, sadar tidak sadar orang ingin menyanyikannya.


Branding ini telah memenangkan 25 international creative and marketing effectiveness awards,  termasuk Asia’s Best Long-Term Marketing and Branding Campaign yang dilangsungkan di Macau tahun 2008.




Indonesia sendiri telah mempunyai brand atau slogan  :  “Indonesia-The Ultimate in Diversity”.   Slogan ini diperkenalkan dan digunakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI (http://www.budpar.go.id/)  dalam rangka mengenal program visit Indonesia year.    Namun, program ini berlalu begitu saja , banyak masyarakat tak mengenal lebih jauh tentang slogan apalagi brandingnya.



Apakah alasan brand Indonesia tidak populer seperti brand Malaysia?

1.      Brand Indonesia hanya mementingkan program dari kementerian saja bukan mementingkan program negara dalam memajukan pariwisata itu.

2.      Kesadaran Brand Indonesia tidak ada karena hanya usaha kementerian terkait saja yang mempopulerkan.  Sedangkan ada pihak-pihak lain yang harus dilibatkan, seperti media cetak/elektronik, perusahaan marketing, brand Manager, Public Relation,Advertising.

3.      Konsisten dalam destination brand.   Destination Brand menurut Ritchi J.R. and Ritchie J.B. :  nama, symbol, logo, atau bentuk grafik lainnya yang mengindentifikasi dan membedakan daerah tujuan (destination);  memberi janji sebuah perjalanan unik diasosiasikan dengan daerah tujuan tersebut; juga untuk mengkonsilidasi dan mendorong terciptanya sebuah memori menyenangkan sebagai sebuah destination experience.



Indonesia harus konsisten dalam menentukan destination brand, ketika dibentuk, tidak boleh dirubah-rubah setiap kali ada perubahan pemerintahan, janji yang konsisten di dalam sebuah pariwisata (infrastruktur, keamanan, transportasi).

4.      Brand harus dikaitkan oleh nasionalisme. Artinya  ketika telah digunakan, masyarakat yang menjadi bagian dari aksi promosi ini  ikut bertanggung jawab dalam promosi/branding.  Kita memperkenalkan Indonesia, tetapi kita lebih menyukai Malaysia atau Thailand sebagai destinasi perjalanan pariwisata.



5.       Branding juga perlu dipromosikan oleh pihak-pihak terkait seperti  travel biro, Marketing & Public Relation Brand , Advertising, Departemen /Kementerian Pariwisata dan biro-biro.


Untuk itu sebagai salah seorang warga negara yang baik, kita juga memberikan pendapat/input agar branding negara kita dikenal sebagai branding yang unik, nilai jual, dan konsisten.  Pilihan saya adalah :  

1.      Beauty Culture of Indonesia (contoh dari foto)

2.      Fantastic Multi Culture

3.      Wonder Multi Culture
                                               " Beauty culture of  Indonesia"

Mengapa tagline ini saya ambil?

Alasan saya adalah :  Dari  pengalaman sebagai  wisatawan domestik, keunikan ,keunggulan dannilai tertinggi yang dapat dijual oleh Indonesia adalah  kekayaan kultur, budaya (1.128 suku bangsa), bahasa (442 bahasa daerah).  Inilah kekuatan tagline.


Sekedar mengingatkan kembali brand tidak ada maknanya jika penerima brand itu tidak merasakan value dari brand itu sendiri.   Menjaga dan memberikan makna dari brand itu adalah tugas kita semua.





Sumber Referensi:

Malaysia Truly Asia


Thailand punya Amazing Thailand, Malaysia populer dengan Truly Asia. Indonesia? Toto Suprapto


Kalau Malaysia Truly Aisa, Brand Indonesia apa ya?

http://leonisecret.com/kalau-malaysia-truly-asia-brand-indonesia-apa-ya/








0 komentar: