SEJARAH PEMBANGUNAN
Bukti tertulis tidak ditemukan dalam hal pembangunan Borobudur. Tetapi Waktu pembangunan yang tertulis dalam aksara di kaki tertutup
Karmabhangga yang biasanya digunakan
pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke -9.
Diperkirakan pembangunan Borobudur sekitar tahun 800 masehi, puncak
kejayaan kerajaan Syailendra di Jawa Tengah.
Pembangunan Borobudur menghabiskan waktu 75-100 tahuan dan dirampungkan
pada masa pemerintahan raja Samaratungga
pada tahun 825 masehi.
Pewaris Sanjaya, Rakai Pangkaran memberikan izin kepada umat
Buddha untuk membangun candi.
Sebagai penghormatan atas pembangunan ini
para arkeolog mendapatkan dalam Prasasti Kalasan, Panangkaran menganugerahkan desa Kalasan kepada sangsha (komunitas
Budha).
Tolerasansi dan kebersamaan serta penuh kedamain mewarnai
pembangunan Candi Borobudur.
Ada 4 Tahapan Pembangunan Borobudur:
1.
Tahap pertama:
atara kurun 750-850M Borobudur dibangun di atas bukut. Bukit diratakan
dan pelataran diperluas. Sisa bagian
bukit ditutup struktur batu lapis demi lapis. Pada awalnya bangunan itu
dirancang sebagai piramida berunda.
2.
Tahap kedua:
Penambahan dua undakan, pagar langkan dan satu undak melingkar
3.
Tahap ketiga:
Perubahan rancang bangun . Stupa
besar dibongkar . Diganti dengna tiga
undak lingkaran dan satu stupa induk.
4.
Tahap keempat :
perubahan penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar
Dibangun
oleh Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke-12. Pembangunan kuil Angkor Wat memakan waktu 30
tahun. Raja Suryavarman sebagai penganut Hindu,
memerintahkan pembangunan Angkor Wat menurut kepercayaan Hindu yang merupakan
tempat tinggal dewa-dewi Hindu, dengan ini menara tengah Angkor Wat adalah
menara tertinggi.
Terletak
di gunung Meru, kawasan kuil Angkor Wat dikelilingi dinding dan terusan lautan
dan gunung yang mengelilingi dunia..
Pada
abat ke-13 Angkor dialihfungsikan dari candi Hindu menjadi candi Buddha
Theravada. Dan hal ini berlangsung sampai saat ini.
Pemugaran
candi Angkor Wat pada abad 20. Proyek
pemugaran terputus akibat perang saudara dan kendali rezim Khmer Merah atas
Kamboja.
PERSAMAAN
RELIEF BOROBUDUR DAN ANGKOR WAT
Sebagai
orang awam, jika melihat sejarah pembangunan kedua candi yang
sangat monumental, tak mungkin ada kesamaan relief di kedua candi itu. Alasan logisnya, pembangunan berjarak 4 abad, Borobudur, pembangunan dimulai di abad 8, sedangkan Angkor Wat di abad 12 . Tapi, kita harus mempercayai hasil temuan
dari para arkekolog. Temuan itu
membuktikan bahwa ada kesamaan relief
antara Candi Borobudur dan Candi Angkor. Hal ini disebabkan hubungan dagang bangsa Indonesia
dan Kambodja telah terjalin sejak sebelum masa Raja Jayawarman II di Kambodja
abad ke 9.
Bukti
ini telah diseminarkan oleh para kalangan cendekiawan dan pemerhati sejarah dalam
seminar mengenai penelitian Candi Borobudur dan Angkor Wat di kota Siem Reap,
5-6 Desember 2009.
Prasasti
serta catatan memperlihatkan bahwa ada interaksi dan hubungan masyarakat
Indonesia dan Kamboja pada awal abad ke-6
melalui perdagangan.
Bagi
saya sebagai seorang awam dan warga negara , kesamaan relief ini membuktikan
bahwa adanya jalinan sosial antara Indonesia dan Kambodja. Hal ini menjadi titik awal bagi hubungan dalam
restorasi cagar budaya dunia. Dan
kerja-sama ini telah dilakukan dan diresmikan dengan adanya proyek kerjasama tehnik yang disebut sister sites warisan budaya
dunia.
Bukan
hanya bidang restorasi, tetapi juga dalam promosi menarik wisatawan asing diadakan
kerja-sama agar wisatawan lebih mengenal
lebih dekat dan mengenal sejarah
adanya kesamaan relief ini sebagai hal
yang sangat menakjubkan.
Mari
kita lestarikan cagar budaya alam di kedua negara secara bersama-sama dalam semangat Asean .
Terutama dalam menyambut Asean
Council Community tahun 2015 yang akan membuka semua wisatawan asing datang ke
dua negara ini dengan lebih mudah, lebar dan saling tukar menukar informasi.
Sumber
referensi:
Borobudur
dan Angkor Wat Kamboja Memiliki Kesamaan
Borobudur, Wikipedia
Angkor
Wat,Wikipedia





0 komentar:
Posting Komentar