Mengajarkan kepada buah hati untuk "berani" minta maaf adalah sesuatu yang menjadi dasar dari mendidik anak untuk menanamkan nilai moral dan sosial yang baik.
Tak pelak, memang pendidikan pertama seorang anak berasal dari lingkungan keluarga. Apalagi ketika anak sedang dalam tahapan usia bayi hingga enam tahun, inilah masa keemasan tumbuh kembangnya.
Pada usia tersebut, kecerdasan dan dasar-dasar kepribadiannya mulai terbentuk. Karena itulah peran orangtua amat besar, untuk dapat membimbing buah hati menjadi seseorang berkepribadian baik, bertalenta, dan mempunyai kepercayaan diri di masa depan.
Dari banyak nilai moral dan kebiasaan positif yang ditanamankan, perilaku meminta maaf sebaliknya patut diajarkan sejak dini. Pasalnya belajar meminta maaf merupakan sebuah kemampuan yang perlu dilakukan dengan tulus dan mendapat reaksi positif dari pihak lain.
Idealnya sejak usia dua tahun, anak dapat diperkenalkan apa itu meminta maaf. Di usia ini kemampuan anak cukup matang untuk melakukan hal -hal yang dianggap benar dalam lingkungan sosial. Selain itu, pada usia tersebut, anak umumnya sudah lebih memahami instruksi dan meniru perilaku orangtua.
BEREMPATI
Sebuah artikel berjudul "Learning to say I'am sorry" yang dilansir oleh Lucy Daniels Centre menuturkan inti pembelajaran yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah dengan memberikan kesadaran pada anak bahwa memperbaiki perilaku yang salah akan memberikan dampak positif kepada orang lain, Di sinilah anak belajar berempati,bertanggung jawab atas tindakannya, bertoleransi, serta mengexpresikan penyesalannya.
Contoh sederhana yang dapat dicoba misalnya si kecil membuang makanan ke lantai karena sedang melakukan "gerakan tutup mulut". Ibu dapat mengajarkan kepada anak dengan berkata: "Nak, kamu tahu, mama tidak senang jika kamu membuang makanan seperti ini, kamu bisa meminta maaf dengan tidak mengulangi perbuatan ini".
Cara ini dipercaya dapat menghindari sikap resistensi anak terhadap teguran orangtua. Bahkan, anak jadi lebih cepat tanggap bahwa perbuatannya salah.
Satu hal yang pasti, orangtua adalah role model terbaik bagi anak.Jadi ibu dan ayah perlu berani meminta maaf dengan tulus saat melakukan kesalahan kepada anggota keluarga. Dengan demikian si kecil dapat mengexpresikan hal ini kepada orang ketika dia melakukan kesalahan.
Sebentar lagi Idul Fitri akan datang.
Sebentar lagi dapat menjadi momen ideal untuk mengajarkan buah hati meminta maaf. Kebaikan ini niscaya dapat membantu fondasi tepat untuk membangun karakter anak yang baik di masa depan.






0 komentar:
Posting Komentar