“KESEHATAN BUKANLAH
SEGALANYA DALAM HIDUP, TETAPI TANPA KESEHATAN SEGALANYA TIADA BERARTI ”
Gaya hidup sehat bagi keluarga
Indonesia sudah lama ingin diciptakan dalam keluarga kecilku. Terutama
keluargaku sendiri. Gaya hidup
sehat itu atau disebut tradisi baik untuk keluarga sehat bukan hanya pandai memilih makanan yang tepat, termasuk
menyajikan makanana secara benar, tapi juga bagaimana mengolah dan
mengetahui jenis makanan apa saja yang
menyehatkan keluarga kita.
Dimulai dengan kesehatan dari dalam , salah satu dari paling penting adalah pemilihan dan pengetahuan tentang makanan. Pengetahuan tentang nutrien yang dibutuhkan oleh tubuh, karbohidrat, lemak,protein,vitamin, mineral dan air.
Sebagai ibu rumah tangga, saya telah menyiapkan menu makanan untuk kurun waktu seminggu. Menyusun menu bukan hal yang mudah bagi saya. Kalau sekedar makan tentu mudah, tapi sejak aku mengenal pola makan yang sehat. Menu yang disajikan harus meliputi dari karbohidrat, nasi merah, roti ,singkong, ubi . Kedua adalah ikan yang mengandung protein. Untuk membangun ini sel kita. Ketiga, lemak. Memilih lemak yang tak digoreng, sering aku membuat menu daging semur. Keempat, air, penting sekali bagi tubuh yang merupakan proses metabolisme. Kelima, vitamin , walaupun tubuh memerlukan dalam tubuh yang sedikit, tetapi vitamin sangat vital agar proses pengolahan energi berjalan normal. Keenam, mineral dibutuhkan untuk kontraksi otot, pekerjaan syaraf.
Terinspirasi oleh sebuah penelitian John Hopkins yang menyatakan bahwa orang Okinawa ,Jepang adalah golongan yang usia rata-rata harapan hidup mereka 82 tahun. Apa rahasianya? Luar biasa, mereka makan tidak kurang dari tujuh sajian sayuran per hari yang berwarna hijau gelap.
Menu : IkanGurame asem manis, tahu, lalap
Pola makanan untuk hidup sehat ini aku terapkan dalam kehidupan keluarga kecilku. Setiap pagi kami mengusahakan makan roti gandum, sesekali makan mie atau nasi goreng. Jika memungkinkan jus advokad atau jus jambu biji dihidangkan. Untuk makan siang dan malam, aku telah memilih menu yang paling tidak ada buah, tahu, tempe, daging, dan ikan. Ikan menjadi pilihanku karena ikan kaya akan omega 3, sayuran menjadi makanan wajib. Aku dan suamiku harus menahan keinginan untuk makan sesuai dengan keinginan kami. Suamiku paling suka makanan dengan menu santan seperti rendang, jeroan . Makanan ini tak sehat karena suamiku punya penyakit darah tinggi dan kolesterol tinggi. Makanan ini mengandung lemak yang tak baik. Anakku yang remaja, menyukai makanan fast food dan burger. Lagi-lagi makanan ini sangat tidak baik. Mengandung lemah yang tak baik. Tidak semua lemak jahat. Ada yang baik juga namanya unsaturated fat, lemak tidak jenuh, yang akan membuat tubuh jadi semakin sehat. Contohnya advokat. Lalu, ada juga yang disebut monounsaturated fatty acid .
Nach, tiap kali aku ke supermarket untuk beli minyak goreng atau makanan seperti margarine,crackers, permen, yang diproses dengan mencampurkan minyak sayur yang terhidrogenasi, maka kuperhatikan label trans fat di samping pencantuman kadar lemah jenuh dan kolesterol. Dengan meneliti daftar nutrisi yang terdapat pada kemasan, kita dapat memilih makanan yang memiliki kandungan lemah jenuh, trans fat dan kolestoral yang rendah.
Untuk lemah jenuh dan kolesterol,
gunakan petunjuk produk dengan pencantuman tulisan 5 persen atau kurang. Jika produk mengandung
lemah lebih dari 20 persen maka lemak jenuh dan kolesterol sudah tinggi.
Wah, sulit yach untuk hidup sehat. Tidak, jika ada kemauan. Sehat itu sangat berharga dan sakit itu tak enak dan mahal.
Selamat menikmati
pola hidup sehat!
“Tulisan ini dibuat untuk
mengikuti lomba blog dari http://www.resepsehat.com persembahan SunCo Minyak
Goreng Yang Baik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan
jiplakan”







0 komentar:
Posting Komentar